Pages

Jumat, 23 November 2012

Pengertian Bahasa Secara Umum

Dalam keilmuan, bahasa dapat dipahami sebagai susunan yang teratur, berpola, yang memiliki makna atau fungsi. Secara sistematis diartikan pula bahwa bahasa itu tersusun menurut suatu pola, tidak tersusun acak. Karenanya, sebagai sebuah sistem, bahasa juga sistemik. Sistematik atau sistematis maksudnya bahasa itu bukan merupakan sistem tunggal, tetapi juga terdiri atas sub-sub sistem atau sistem bawahan. Disini dapat disebutkan subsistem-subsistem itu antara lain : subsistem fonologi, subsistem morfologi, subsistem sintaksi, subsistem semantik, maka sebuah sistem, bahasa berfungsi untuk memilah kajian morfologi, fonologi, sintaksi, dan semantik.

Bahasa Itu Berwujud Lambang

Bahasa sebagai lambang artinya memiliki symbol untuk menyampaikan pesan kepada lawan bicara. Ia berfungsi untuk menegaskan bahasa yang akan disampaikan.

Bahasa Itu Bunyi

Menurut Krdaklaksana (1983:27) bunyi adalah pesan dari pusat saraf sebagai akibat dari gendang telinga yang bereaksi karena perubahan-perubahan dalam tekanan udara. Karena itu, banyak ahli menyatakan bahwa yang disebut bahasa itu adalah yang sifatnya primer, dapat diucapkan dan menghasilkan bunyi. Dengan demikian, bahasa tulis adalah bahasa skunder yang sifatnya berupa rekaman dari bahasa lisan, yang apabila dibacakan/dihafalkan tetap melahirkan bunyi juga. Sebagai bunyi, bahasa berfungsi untuk menyampaikan pesan lambang.


Bahasa Itu Bermakna.

Bahasa sebagai suatu hal yang bermakna erat dengan kaitannya system lambang bunyi. Oleh sebab itu dilambangkan dengan suatu pengertian, suatu konsep, sutau ide, atau suatu pikiran, yang hendak disampaikan melalui wujud bunyi bahasa yang bermakna itu, dalam bahasa berupa satuan-satuan bahasa yang berwujud morfem, kata, frasa, klausa, kalimat, dan wacana.

Bahasa Itu Arbitrer.

Arbitrer dapat diartikan “sewenag-wenang, berubah-ubah, tidak tetap, mana suka”. Arbitrer diartikan pula dengan tidak adanya hubungan wajib antara lambang bahasa (yang berwujud bunyi) dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambing tersebut. Hal ini berfungsi untuk memudahkan orang dalam melakukan tindakan kebahasaan.

Bahasa Itu Unik.

Bahasa dikatakan memiliki sifat yang unik karena setiap bahasa memiliki ciri khas sendiri yang dimungkinkan tidak dimiliki oleh bahasa yang lain. Ciri khas ini menyangkut system bunyi, system pembentukan kata. System pembentukan kalimat dan sistem-sistem lainnya. Diantara keunikan yang dimiliki bahasa bahwa tekanan kata bersifat morfemis, melainkan sintaksis. Bahasa bersifat unik berfungsi untuk membedakan antara bahasa yang satu dengan lainnya.

Bahasa Itu Universal

Selain unik dengan ciri-ciri khas tersendiri, setiap bahasa juga dimungkinkan memiliki ciri yang sama untuk beberapa kategori. Hal ini bisa dilihat pada fungsi dan beberapa sifat bahasa. Karena bahasa itu bersifat ujaran, ciri yang paling umum dimemiliki oleh setiap bahasa itu adalah memiliki vokal dan konsonan. Namun, beberapa vokal dan konsonan pada setiap bahasa tidak selamanya menjadi persoalan keunikan. Bahasa Indonesia misalnya, memiliki 6 buaj vokal dan 22 konsonan, tetapi bahasa Arab memiliki 3 buah vokal pendek, 3 buah vokal panjang, serta 28 konsonan (Al-Khuli, 1982:321). Oleh sifatnya yang universal, ini bahasa memiliki fungsu yang sangat umum dan menyeluruh dalam tindakan komunikasi.

Bahasa Itu Manusiawi.

Bahasa yang manusiawi adalah bahasa yang lahir alami oleh manusia penutur bahasa dimaksud. Hal ini karena pada binatang belum tentu ada bahasa meskipun binmatang dapat berkomunikasi. Sifat ini memiliki fungsi sebagai citras bahasa sangat baik dalam komunikasi.

Bahasa Itu Bervariasi.

Setiap masyarakat bahasa pasti memiliki variasi atau ragam dalam bertutur kata. Variasi bahasa dapat terjadi secara idiolek, dialek, kronolek, sosiolek, dan fungsional.

Bahasa Itu Dinamis.

Hampir disetiap tindakan manusia selalu menggunakan bahasa. Karena setiap tindakan manusia sering berubah-ubah seiring perubahan zaman yang diikuti oleh perubahan pola pikir manusia, bahasa yang digunakan pun kerap memiliki perubahan. Inilah yang dimaksud dengan dinamis. Dengan kata lain, bahasa tidak statis, tetapi akan terus berubah mengikuti kebutuhan dan tuntutan pemakai bahasa.

Bahasa Sebagai Alat Interaksi Sosial.

Bahasa sebagai alat interaksi sosial sangat jelas fungsinya, yakni dalam interaksi, manusia memang tidak dapat terlepas dari bahasa, seperti dijelaskan di atas, hanpir di setiap tindakan manusia tidak terlepas dari bahasa, maka salah satu hakikat bahasa alat komunikasi dalam bergaul sehari-hari.

Bahasa Sebagai Identits Diri.

Bahasa juga dapat menjadi identitas diri bagi pengguna bahasa tersebut. Hal ini disebabkan bahasa juga menjadi cerminan dari sikap seseorang dalam berinteraksi. Sebagai identitas diri, bahasa akan menjadi penunjuk karakter pemkai bahasa tersebut.

Sementara itu, Brown dan Yule (1996:1) berpendapat bahwa bahasa itu dapat berfungsi sebagai 
pengungkapan isi yang diekspresikan menjadi fungsi transaksionaldan sebagai pengungkapan hubungan sosial dan sikap-sikaps pribadi yang dideskripsikannya menjdi fungsi interaksional.

0 komentar:

Poskan Komentar